Kelebihan Dan Kekurangan Mobil Matic Vs Mobil Transmisi Manual


Kelebihan dan kekurangan Mobil matic Vs mobil transmisi manual – Mobil adalah salah satu ajang bergengsi bagi sebagian besar orang menengah keatas. mereka yang mampu membeli, lebih suka memilih mobil daripada membeli kendaraan roda dua. Wajar saja, selain dapat mengangkut penumpang yang lebih banyak, berkendara dengan mobil juga memiliki tingkat keamanan dan kenyamanan yang lebih jika dibandingkan menggunakan sepeda motor.

Kecanggihan teknologi mobil masa kini selalu menjadikan Banyak orang kebingungan dalam memilih mobil yang tepat. Contoh yang paling kecil adalah tentang pilihan transmisi. kebanyakan orang selalu pusing dengan pilihan model transmisi antara trasmisi matic tanpa gigi atau mobil manual dengan menggunakan gigi.

Oleh sebabnya sebelum menentukan pilihan dalam membeli mobil, Ada baiknya terlebih dahulu kita mengetahui beberapa perbedaan yang dimiliki oleh mobil matic dan mobil manual.

Berikut ini adalah Kelebihan dan Kekurangan mobil Matic Vs Mobil transmisi Manual :
1. Pemeliharaan

Untuk hal pemeliharaan, perawatan gear box mobil matic cukuplah rumit dan harus sering dilakukan oleh mekanik. Sedangkan mobil matic membutuhkan lebih sedikit servis pada bagian gigi transmisi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa biaya perawatan mobiltransmisi automatic cukup tinggi jika dibandingkan dengan mobil transmisi manual.

2. Oli

Perihal pelumas mesin atau oli, jika dibandingkan dengan mobil matic mobil trasnmisi manual jauh lebih irit. Mobil matic dapat digunkan untuk berjalan ratusan kilometer tanpa ada masalah dalam setiap penggantian pelumas secara berkala. Sedangkan mobil matic akan lebih sering membutuhkan penggantian oli mesin sebab kinerja mesinya berbeda dengan trasnmisi manual. Namun dengan demikian saat ini beberapa jenis mobil matic sudah ada yang bisa bertahan dengan peggantian oli mesin yang cukup lama seperti halnya pada mobil manual.

3. Akselerasi

Soal akselerasi, bagi driver yang suka jalan cepat atau ngebut lebih cocok menggunakan mobil manual. Sebaliknya jika berada diperkotaan dengan kondisi lalu lintas yang sering macet, pilihan mobil matic sangatlah tepat. Dibanding dengan transmisi manual, para driver akan terasa nyaman menggunkan mobil matic.

Berbeda dengan jalanan pegunungan dengan kondisi jalan naik turun, medan tersebut sangatlah cocok dilalui oleh mobil bertransmisi manual.

4. Operasi (mengemudi)

Bagi yang sudah terbiasa menggunkan mobil manual, pastinya sudah hafal betul cara menggunakan ketiga pedal dan perseneling. Namun bagi yang masih tahap belajar, jauh lebih mudah menggunakan dan lebih cepat bisa menjalankan mobil matic.

Para driver mobil manual harus tahu waktu yang tepat menambah serta mengurangi gigi. Sedangkan mobil matic tidak memerlukan pengetahuan yang lebih, mereka cukup mengetahui sedikit fungsi perseneling, rem serta gas.

5. Bahan Bakar

Mengnai penggunaan bahan bakar, mobil matic cukup boros. Namun belum tentu juga mobil manual lebih irit. Semua tergantung pada penggunaya. Jika pengemudi menggunkan aturan perseneling dengan benar bisa jadi mobil trasmisi manual lebih irit mengkonsumsi BBM.

Soal konsumsi BBM sebaiknya anda tak perlu khawatir sebab saat ini sudah banyak mobil baik matic ataupun manual yang sudah mengadopsi mesin dengan teknologi yang menekan penggunaan BBM.

Setelah anda mengetahui tentang kelebihan dan kekurangan Mobil matic Vs mobil transmisi manual, pastinmya sekarang anda sudah bisa menilai tentang mobil yang cocok dan terbaik untuk anda. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang kelebihan dan kekurangan Mobil matic Vs mobil transmisi manual, anda bisa menanyakan di bengkel mobil matic yang sudah berpengalaman dan terpercaya.

Buka juga :

Mengantuk Saat Berkendara, Kopi Bukan Solusi



Jelang libur panjang akhir tahun, biasanya banyak yang sudah punya rencana menyambut datangnya “hari bahagia” itu. Ada yang ingin di rumah saja, banyak pula yang ingin berkunjung ke suatu tempat wisata atau menengok keluarga di lain daerah.

Nah, kalau Anda termasuk orang yang ingin memanfaatkan liburan dengan jalan-jalan bersama keluarga dan orang-orang tercinta dengan kendaraan sendiri, pastikan Anda mengutamakan keselamatan. Selain memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, Anda juga harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta berkendaraan dengan baik.

Disamping itu, kondisi tubuh juga harus diperhatikan dan dipastikan dalam keadaan fit. Kalau tubuh sudah kelelahan ataupun mengantuk, lebih baik cari tempat untuk istirahat di tempat yang aman. Bila perlu untuk tidur, tidurlah meski hanya bebarapa saat. Jangan memaksakan diri terus mengemudi sambil menahan kantuk dan jangan mengandalkan kopi untuk tetap terjaga sebab hal itu berbahaya.

“Tips perjalanan jauh, pengendara harus merencanakan jauh-jauh hari terlebih dahulu, mereka (pengendara) harus punya manajemen perjalanan yang rapi, motor harus dalam keadaan sehat, pengendara sehat. Selain itu pengendara juga harus memiliki jalan alternatif, jika jalan utama mengalami kemacetan,” tutur Andry Berlianto selaku Instruktur Safety Driving di Rifat Drive Labs kepada salah satu media online.

Andry menambahkan, bila perjalanan menempuh jarak yang jauh pengendara harus bisa membatasi diri maksimal 10 jam dan istirahak paling tidak setiap 3 jam.

“Perjalanan jauhnya seperti apa? Baik pengendara motor dan mobil harus membatasi perjalanan 10 jam dalam satu hari. Tapi disarankan dari aspek keselamatan, setiap 3 jam harus istirahat. Karena badan sudah capek. Sehingga 3 jam perjalanan harus istirahat, karena mata kita sudah capek, melakukan peregangan badan agar lebih segar baru memulai perjalanan lagi,” katanya.

Bagaimana dengan mengkonsumsi kopi?

Mengkonsumsi kopi dan energy drink sering jadi pilihan alternatif pengendara guna mengusir kantuk. Tapi apakah ini pilihan yang baik dan tepat.

“Dari sisi kesehatan kopi juga tidak disarankan, apalagi kopi instan, atau minuman energi drink. Karena ini memaju daya denyut jantung dan tidak tercover oleh tidur.” jelas Andry.

Buka juga :

Tips Dan Trik Sebelum Membeli Ban Dengan Simpel Pakai Ujung Kuku




Ketika Anda mengganti ban atau beli ban mobil dan motor tentu Anda berharap akan mendapatkan ban yang sesuai dengan keinganan Anda bukan? Tidak hanya dari segi kembangan atau motif saja akan tetapi juga ukuran yang tepat dan terpenting adalah ban dengan kode produksi terbaru.

Untuk beli ban tentu harus memiliki pengetahuan dalam membaca kode produksi ban yang harus penting untuk dikuasai agar Anda tidak mendapatkan ban yang sudah kadaluwarsa. Habisnya masa pakai ban memang dapat berlaku pada ban kendaraan ketika Anda membeli ban, namun tidak sedikit orang yang mengetahui hal ini.

Pengetahuan kode produksi ketika Anda beli ban sangat penting dilakukan. Hal ini tentu saja disebabkan karena ban memiliki usia yang tidak selamanya bagus. Bahan karet dan nilon yang sudah lama tentu akan berakibat pada kerasnya komponen ban sehingga ban tidak memiliki traksi dan sangat berbahaya bagi para penggunanya.

Tips Memilih Ban Mobil Berkualitas

Perlu Anda ketahui juga ketika Anda membeli ban Anda harus tahu kode tahun produksi sebuah ban. Biasanya kodenya itu ditulis dengan empat angka misalnya 2011 yang artinya kode ban tersebut diproduksi pada minggu ke 21 tahun 2011. Untuk mengetahui kondisi ban yang masih bagus Anda juga dapat menggunakan ujung kuku utuk menekan ban tersebut.

Jika ketika Anda hendak membeli ban dan dirasa masih lunak maka ban tersebut masih layak untuk digunakan. Jika sudah keras dan lebih baik maka sebaiknya mencari ban lain yang tersedia yang teksturnya lebih lunak. Ban yang sudah dalam keadaan kadaluwarsa pada umumnya memiliki karet yang sudah getas dan mudah retak atau pecah.

Jika terpaksa menggunakan ban yang sudah kadaluwarsa karena faktor tidak adanya ban mobil yang lebih baik dan ready ditempat tersebut, karena ban Anda meledak ditempat tertentu dan Anda tidak memiliki ban serep, maka tidak akan ada pilihan selain Anda harus menjaga kecepatan untuk tidak ngebut terlebih dahulu. Anda juga tentu tidak tahu dimana kekuatan ban tersebut dapat rusak sewaktu-waktu.

Harga Ban Berkualitas Murah

Jika Anda beli ban tentu sangat mudah dijumpai dimana saja baik itu di gerai ataupun di toko yang pastinya menawarkan pilihan yang sangat beragam baik untuk motor ataupun mobil. Mulai dari yang ban buatan lokal dengan harga murah sampai dengan ban impor yang memiliki harga yang selangit.

Jika Anda tidak ingin rugi dalam membeli ban sebaiknya Anda tidak salah pilih dalam. Jangan mudah terpancing dengan harga ban yang dijual sangat murah karena barang yang dijual bisa saja tidak akan bertahan lama.

Ketika Anda membeli ban yang baru maka sebaiknya Anda teliti terlebih dahulu. Lalu pilihlah ban yang dipajanggan/estalase bukan ban yang ditumpuk. Setelah itu Anda juga harus memilih ban yang tidak berdebu.

Ketika Anda hendak membeli ban tentu merek ban penting untuk diperhatikan. Selain itu jika merek yang Anda pilih tidak tersedia dan terpaksa membeli ban saat itu juga maka sebaiknya cukup tekan permukaan ban dengan menggunakan ujung kuku saja dan jika itu bagus maka akan sangat mudah ditekan dan tidak akan keras sama sekali.

Cara Menyimpan Ban yang Benar Ketika Beli Ban

Ban yang sudah lama maka ban tersebut akan terasa sangat keras dan terkesan mati. Agar terlihat baik dan bagus pastikan beli ban di outlet ban tentu saja harus diperlakukan dengan khusus. Seperti cara penyimpanannya yang harus benar, cara men-display ban, cara menghitung suhu udaranya, dan juga cara mengatur perputaran bannya.

Ban yang sudah Anda beli tentu saja harus diperhatikan dan disimpan dengan cara yang baik agar ban dapat tetap terjaga kualitasnya. Posisi ban yang berdiri akan membuat suhu udaranya terjaga dan ban akan jauh lebih awet.

Setelah Anda mmebeli ban, maka sebaiknya tidak boleh menumpuk ban dan jangan sampai menyentuh lantai karena hal tersebut dapat membuat komponen atau serat ban menjadi rusak.

Demikian artikel ini yang mengupas tips membeli ban mobil yakni bocoran tips dan trik sebelum membeli ban mobil dengan simple yakni pakai ujung kuku. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca. Terimakasih.

Buka juga :

Apa Penyebab Tangki Cadangan Radiator Tak Boleh Diisi Penuh



Mesin mobil memiliki peranan yang sangat penting. Keberadaannya sangat sensitif jika tidak dijaga dan diperlakukan dengan baik. Mesin mobil bisa kita diibaratkan jantung mobil untuk manusia, sehingga jika mesin rusak, maka mobil tidak akan bisa berfungsi secara normal. Karena material-material yang ada di dalam mobil mengalami difungsi.

Di dalam rangkaian mobil ada komponen radiator, radiator berfungsi sebagai cairan pendingin yang telah menjadi panas, dan diproses melalui saluran water jacket yang terdiri dari tangki atas, inti radiator dan tangki bawah. Sehingga komponen radiator ini memiliki peran yang sangat penting demi menjaga suhu musin tetap terkendali.

Radiator biasanya dilengkapi dengan reservoir atau tanki cadangan di dalamnya. Reservoir ini berfungsi sebagai penampung air radiator yang mendidih karena panas mesin mobil saat mobil hidup atau ketika sedang melaju.

Tetapi, perlu kita ketahui bahwa reservoir ini tidak boleh diisi air hingga penuh karena ketika radiator mulai panas berlebih, maka sistem radiator akan bekerja dengan cara memberi tekanan ke dalam tangki cadangan. Kemudian air radiator akan mulai masuk ke reservoir dan jika tangki cadangan ternyata penuh, akibatnya air radiator akan tumpah dan terbuang lewat katup pembuangan.

Dengan begitu mengisi air radiator dalam tangki cadangan sebaiknya sesuai batas yang telah ditentukan di dalam tangki agar jumlahnya bisa sesuai dengan kebutuhan karena jika air radiator terlalu penuh di reservoir proses pendinginan tidak akan optimal. Radiator sebaiknya diisi dengan cairan khusus atau radiator coolant. Karena air khusus ini akan mencegah terbentuknya karat dan mencegah endapan yang menyumbat saluran sistem radiator.

Ada masalah yang seringkali terjadi pada radiator yang menyebabkan cairan pendingin tumpah dari penampungan ( reservoir ). Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal di bawah ini:

Beberpa Penyebab Air Radiator Balik Ke Penampungan :

Temperature Mesin Terlalu Tinggi

Pack silinder head atau pack kop yang bocor bisa menyebabkan temperatur mesin terlalu tinggi sehingga pengaliran air dari  radiator ke penampungan tidaklah berjalan dengan lancar.

Akibat dari temperatur mesin terlalu tinggi atau bisa disebut overheating juga salah satunya akan menyebabkan komponen mesin menjadi lunak seperti piston yang terbuat dari aluminium. Sehingga, kekuatannya akan menjadi berkurang pada suhu tinggi yaitu 300 derajat celcius. Baca juga : Cara mengatasi radiator mobil yang cepat panas.

Kerusakan Pada Tutup Radiator

Apabila tutup radiator rusak, terutama kerusakan yang terjadi pada releif valve. maka terjadinya kerusakan pada penutup tersebut berakibat air dari radiator akan mengalir lebih cepat ke reservoir sehingga menyebabkan penumpukan cairan pendingin di reservoir atau penampungan.

Jika memang rusak, Anda bisa membeli kembali tutup radiatornya dengan harga yang terjangkau. Sekitar Rp. 50.000 hingga Rp. 60.000 tergantung merk yang Anda gunakan. Apabila tutup yang rusak ini tidak segera diganti, temperatur mesin akan sangat tinggi ( overheating ) dan hal ini yang bisa menyebabkan komponen mesin cepat aus dan lebih fatalnya mesin mati dan harus overhole mesin.

Kipas yang Tidak Bekerja

Kipas radiator yang tidak bekerja dengan baik makan akan menyebabkan reservoir penuh karena mesin akan terlalu panas sehingga yang terjadi adalah resevoir akan tumpah dan air radioator akan berkurang.

Periksa Pemutar Waterpump

Jika hal tersebut terjadi, perikslah V-belt yang akan memutar water pump. Karena ada kemungkinan putus. Fungsi v-belt adalah memutar water pump mesin agar air bersirkulasi.

Water pump berfungsi mengalirkan air radiator ke seluruh sistem pendingin mesin. Jika bagian ini bermasalah maka seluruh sistem pendingin akan bermasalah. Maka yang terjadi sama seperti sebelumnya yaitu overheating mesin mobil.

Apabila sampai terjadi overheat pada mobil sebaiknya Anda hentikan nyala mesin dengan segera mobil. Hal ini akan sangat berbahaya jika dikendarai, akan banyak kerusakan yang terjadi seperti : kepala silinder yang melengkung, pendingin yang bocor, material plastik bisa meleleh, dan kerusakan mesin yang akan sangat parah tergantung dari seberapa panas yang terjadi.

Demikian ulasan kali ini mengenai beberpa penyebab tangki cadangan radiator mobil tidak dianjurkan diisi penuh. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Buka juga :